Catatan Paryo 2


Paryo, yang bagusin diri sendiri ya kita sendiri. 

Tapi bukan berarti menganggap bagus diri sendiri adalah multak kebenaran bagi orang lain. Karena kalau saya bilang, saya ganteng, belum tentu kata mamang tukang bakso itu benar. Begitu juga ketika kita mengatakan, aku masih sayang kamu (mantan), belum tentu mantanmu bales bilang, aku juga masih sayang kamu. Terus akhirnya kalian balikan.
.
Tapi sayangnya kita sering menganggap penilaian pribadi sebagai sebuah kebenaran bukan acuan untuk menemukan kebenaran. Seperti papan-papan iklan caleg, cagub, capres dan seterunya. Betapa ingin sekali mereka dianggap benar: benar nuraninya, benar prilakunya, benar, benar dan benar. Saking ingin diakui maka orang lain dipaksa untuk mengakuinya. Sama juga seperti artis-artis masakini yang prilakunya kadang ingin dianggap paling keren, paling ganteng, paling pinter, paling top dan seterusnya. Padahal ada Allah yang maha paling. Kok ya masih ngaku-ngaku. .
Nah Paryo, kalau sudah sampe sini, setidaknya masalah kita jadi clear. Aku sengaja memuji diriku untuk menghibur diri. Karena istriku baru-baru ini lagi jarang memuji. Aku gak minta kamu setuju atau bahkan percaya dengan yang ku katakan.
.
Ahh machonya diri ini. Itu kataku loh, Paryo. 


0comments