Catatan Banu


Banu, kamu tau kenapa kalau kita mau pergi ke puncak bogor atau ke Pakpak barat, jalanya pasti berliku-liku. Kenapa ga lurus menanjak aja sih kan biar cepet dan gak bikin pusing kepala. .

Nak, kalau jalanya hanya lurus dan menanjak nanti banyak mobil yang gak kuat atuh untuk bisa sampai puncak. Belum yang mogok, yang abis bensin, yang rem-nya blong dan seterusnya. Dibuatkannya jalan berliku tikung kiri, tikung kanan dan menukik supaya mobil-mobil bisa melewati medan tinggi dengan mudah. Meskipun memakan waktu lama. Tapi kan yang penting selamat.
.
Begitupun juga dengan hidup, nak. Tuhan kasih kita jalan berliku jangan dianggap masalah. Justru Tuhan ingin kita selamat hingga tujuan akhir nanti. Tuhan ingin kita menikmati perjalananya walau perlahan-lahan. Walau pelan-pelan tapi yang penting kita gak mogok, kita gak berhenti atau jeblos ke jurang kehancuran.
.
Kalau sudah begini bukankah Tuhan benar-benar sayang sama kita? Bersyukurlah ya nak. Nah seperti kamu manjat kelapa, lurus ke atas. Bagaimana rasanya? Capek gak? Bahaya gak? Itu kenapa tidak semua orang bisa manjat kelapa..
.
Oh Banu anak ayah, itu hanya perumpamaan. Saat poto ini diambil, Banu ngotot pingin manjat lebih tinggi lagi, "ayahh mau lagi ayah." Dan saya bilang ke Banu, "Banu, mending ayah ajarin kamu memanjat hati aja." *halaah
.
#catatanBanusyukur #banusyukur #banten#2017


0comments