Catatan Paryo 5


Bagiku Indonesia dan Malaysia seperti kakak beradik. Wajarlah kalau adik tengkar sama kakak. Namanya juga saudara.

Dan sikap kakak karena lebih tua dan lebih berpengalaman seharusnya mudah untuk memaafkan. 
Walaupun adik berulah, tugas kakak menegur dan meluruskan dengan halus dan baik.

Paryo oh Paryo, persoalan Malaysia hari ini jangan diambil hati. Jangan juga jadi mengukit-ungkit hal-hal sebelumnya yang pernah terjadi. Kalau sudah memaafkan ya sudah. Kalau dibahas tandanya belum ikhlas. 
Orang boleh kasih judul apa saja untuk persoalan bendera terbalik ini. Penghinaan, pelecehan, penistaan, penzoliman, penodaan, dan seterusnya. Tapi kita tak perlu begitu ya, Yo. Kita tak perlu memaki baru memaafkan. Bukankah kita bangsa yang besar. Dan konsekuensi dari besar itu adalah mampu menerima kekurangan oranglain. Baik kesalahan dan kecuranganya. Sudahlah santai aja. Kan saudara.

Mendingan sekarang gimana caranya para atlit yang tengah berjuang kita dukung. Mereka tidak butuh kita sibuk ngurusin bendera. Karena merekalah yang sebenar-benarnya yang sedang berjuang menegakan kehormatan negeri kita ini. Merekalah calon pahlawan yang suatu saat nanti harus rela terlupakan meski pernah berdarah-darah memperjuangkan bendera merahputih, Paryooooo!

Ayo Paryo kita bedoa untuk saudara-saudara kita para atlet di sana. Sehat dan selamat untuk semuanya. Amin.


0comments