Pulau Mangir


Itu namanya pulau Mangir. Pulau tak berpenghuni yang letaknya beberapa kilo dari pulau Umang dan terlihat sangat dekat dari pesisir ujung barat banten (liat google map).

Tahu kah kalian bahwa cowok keren di poto itu (yang mukanya ga kontrol) dan sohib-sohibnya berhasil pergi ke sana dengan cara yang tidak mainstream. Kami menolak menggunakan perahu. Kami menyebrang dengan tangan kosong alias berenang. Betapa kerenya mereka.
.
Cowok itu berkata kepada teman-temanya, "ini gak akan makan waktu terlalu lama." Meski ragu tapi akhirnya berangkat juga. Maka perjalanan itu dimulai dengan semangat membara yang padam 15 menit kemudian karena tidak nyampe-nyampe. Cowok di poto itu berkata dalam hatinya, "why!! Why this is long." Dia memang suka berkata dalam hati dengan bahasa inggris. Kadang bahasa Portugis.
.
Kemudian ubur-ubur datang menyambut tubuh kami yang indah dan letih. Menyengat dengan penuh arti kesegala arah tubuh ini kecuali hati. Karena ubur-ubur itu tahu, hati bukanlah jangkauan sengatnya. Yang mampu menyengat hati hanya cinta dan kenangan masalalu bersama dirinya.
.
Lelaki di poto itu benar2 menyesal. Karena Pulau Mangir yang terlihat dekat dari daratan ternyata tak sedekat itu ketika disebrangi. Ia terus berenang sementara sohib-sohibnya menyerah. Sambil menahan sakit dalam hatinya berkata, "tau gini gue naik perahu."
.
20 menit berlalu akhirnya cowok di poto itu berhasil tiba di pulau Mangir. Napasnya tersengal-sengal dan darahnya mendidih karena kzl. Tamat
.
Dan kenangan tentang perjalanan menyebrangi pulau itu hingga saat ini jadi cerita seru dan tak terlupakan. Betapa bodohnya saya waktu itu. Tapi memang perlu sedikit bodoh untuk membuat cerita yang seru. .
Sekarang saya bangga menjadi salah satu dari mereka yang pernah berenang ratusan meter di tengah lautan dengan penuh rasa sesal.
.
Wahh panjang sekali ya ceritanya


0comments