Sukri Bag 12


Sukri, jangan kaget soal Yarusalem ibukota palestina. Dan jangan marah sama Trump kalo dia mau bikin kedutaan AS di sana. Justru kita patut berterimakasih kepada Trump yang sudah membuka kenyataan yang lama luput dari mata kita.

Mari kita bahas, suk. Apakah benar berita tentang Palestina di negeri kita hari ini.

Sukri oh Sukri, berkat Trump kita jadi tahu bahwa sejak tahun 2009 buku pelajaran IPS sekolah dasar di Indonesia yang diterbitkan oleh beberapa penerbit besar mencantumkan bahwa ibukota Israel adalah Yarussalem. Sedang ibukota Palestina tidak diketahui atau hanya tanda (-) strip. Dan buku itu sudah disahkan oleh Kemendikbud. Sukriii Sukriiiii!! Delapan tahun lamanya adik-adik kita dipaksa percaya dengan kenyataan palsu seperti itu. Terus sekarang penerbit itu bilang: kami mohon maaf atas kesalahan ini. Yess! Itu bukan salah kamu, penerbit. Itu salah Yahudi yang terlalu pinter dan semua lembaga sensor materi pendidikan Indonesia kebetulan lagi kurang pinter atau kurang teliti atau kurang tidur.

Suk, malu saya!! Gembar-gembor bela Palestina bahwa Yarusalem bukan ibukota Israel sampe keluar urat nyatanya negara kita sendiri mengakuinya dengan sembunyi-sembunyi. Di generasi kita saat ini mungkin kita masih mau membela karena tahu kebenaranya. Lalu apakabar dengan generasi 8 tahun silam? Ahh kampret!

Ah sudahlah Suk. Gak usah bawa-bawa agama untuk membela kemanusiaan. Karena yang sebenarnya kita bela dari Palestina bukan agamanya kok tapi prikemanusiaanya. Kalau ini cuma soal agama, nanti selain islam ga boleh bela? Nanti yang Kristen ga punya hak? Yang Budha ga mau tahu? Apa gitu, suk? Apa cuma orang Islam yang baca buku pelajaran IPS SD? Ini kan tugas seluruh umat manusia yang memerangi ketidakadilan sampai kiamat nanti.

Sukri, barangkali orang Palestina balik marah ke kita kalau tau bahwa buku IPS SD kita memihak Israel. Kampret!

#cataranSukri #2009


0comments