Catatan Marni bag 8


Syahrini selfie di tengah Holocaust memorial itu sepenuhnya gak salah, Marni.

Sebab Syahrini belum tahu bahwa dibalik bangunan indah, megah, dingin, dan misterius itu menyimpan cerita pilu tentang tragedi kematian 6 juta manusia yang dirancang oleh sebuah rezim Nazi pada masa-masa kelam perang dunia ke dua di Jerman. Namanya orang enggak ngerti, Marni. Dan tentu saja yang gak ngerti bukan cuma Syahrini. Buanyak, Mar, yang foto-foto di sana karena bagus dan alasan2 lainya. -
Persoalanya sekarang, Mar, pentingkah bagi kita menghargai monumen sejarah seperti Holocaust. Jika iya, maka di negeri kita ini begitu banyak tempat seperti Holocaust yang terlupakan bahkan tak menjadi penting bagimu atau bagiku. Dan sikap kita biasa saja terhadap kenyataanya bahwa masih ada yang foto-foto di makam pahlawan, di Jembatan merah Surabaya, di sekitar bangunan tua kota lama, di pelabuhan dan danau-danau tempat dahulu saudara-saudara kita mati demi negara. Jika Holocaust enam juta maka di negeri kita tak terhitung jumlahnya.
-
Marni, sayangnya monumen sejarah kita tak seindah monumen-monumen perjuangan bangsa eropa. Yang tiba-tiba menjadi penting bagi kita karena alasan kemanusiaan dan simpati, kita jadi menyalahkan Syahrini. Coba ya, Mar, kalau mereka tahu bahwa tanah Indonesia ini disuburkan oleh darah para pejuang maka seluruh jagat Indonesia ini dilarang untuk selfie.
-

Tapi, Marni, barangkali kita lupa, meski pahlawan kita sudah terlalu biasa dilupakan dan sedikit dihargai oleh bangsanya sendiri, ingat baik-baik, Marni, mereka berjuang bukan untuk kau hargai. -
#catatanMarni #2018 #indonesiahariini


0comments